Dari PG-TK hingga SMA dan SMK Al Irsyad, Belajar Dengan Konsep STEAM | Di Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya, sejak PG-TK siswa-siswi menghadirkan proyek dari mulai yang sederhana sebagai bentuk penerapan Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEAM). Misalnya berupa game edukatif Getuk Scratch.
Bagi anak usia dini, teknologi tidak diperkenalkan sekadar sebagai alat untuk bermain, tetapi diarahkan menjadi media untuk mengenal logika, kreativitas, urutan, dan hubungan sebab-akibat.
Melalui proyek tersebut, anak mendapatkan pengalaman bahwa sebuah permainan digital dapat dibuat melalui proses berpikir dan kreativitas.
Yang terlihat sederhana bagi orang dewasa justru menjadi pengalaman belajar yang penting bagi anak-anak: mencoba, memilih, mengatur, kemudian melihat hasil dari apa yang mereka kerjakan.
Di jenjang SD hingga SMA dan SMK, sejak 2025 Yayasan Perguruan Al Isryad Surabaya secara maraton menggunakan pembelajaran STEAM. Penerapan konsep STEAM ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan critical thinking, creativity, collaboration, communication, dan problem solving.
Konsep tersebut terasa nyata dalam berbagai proyek yang dikembangkan oleh siswa-siswi Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.
Menariknya, proyek yang dihasilkan tidak harus selalu rumit. Justru dari persoalan sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari, siswa belajar menemukan hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika.

Keterangan foto:
Siswa PG-TK Al-Irsyad memperkenalkan proyek game edukatif Getuk Scratch sebagai bagian dari pembelajaran STEAM sejak usia dini.
Liputan: Yuda Wijaya
Editor: Oki Aryono